Rabu, 10 Juli 2013

SRIKANDHI: THE YOUNG WARRIOR PRINCESS (PART 1)

Srikandhi memang terkenal sebagai gadis yang cantik rupawan, sexy, sensual, dan karena itu pula banyak pria yang tergila-gila padanya. Tetapi kepandaiannya berkelahi sudah jelas membuat ciut para pria teman-teman sebayanya.


Srikandhi sebagai seorang gadis 'tomboy' yang hidup di kalangan keluarga istana Kerajaan Pancala Radya, memang terkenal sebagai seorang gadis yang pandai, bengal, tangkas, pandai berkelahi, sexy, sensual, pandai bergaul, pandai pula bicara, dan berani dalam banyak hal. Matanya yang besar dan selalu berbinar-binar saat memandang lawan bicaranya, seolah memancarkan sihir yang memukau lawan bicaranya. Sehari-hari Srikandhi, selalu berdandan dan menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman. Namanya juga 'gadis masa sekarang'. Di kampus Universitas Negeri Pancala Radya, ia lebih dikenal sebagai seorang mahasiswi yang pintar, cerdik, berani, banyak pengetahuannya, dan sebagai seorang gadis ia dikenal suka berkata terus terang, tanpa tedeng aling-aling. Karena ikut grup bela diri, maka Srikandhi juga dikenal sebagai 'gadis pemberani', yang sesekali juga ikut terlibat perkelahian jalanan atau membuat onar. Banyak teman sebayanya, yang tentu saja kebanyakan adalah pria, mengaguminya tetapi sekaligus juga agak takut kepadanya. Keberanian Srikandhi, seringkali juga membuat ciut nyali para pria yang mau naksir dirinya. Bagaimana nggak ciut, Srikandhi yang jago berkelahi itu kan anak penggede pemilik negara, anak Raja Pancala Radya, yang terkenal sebagai negara besar yang kekuasaannya sedemikian luas, dan disegani banyak negara asing.

Sebenarnya, Srikandhi tidak terlalu suka dikawal, ia merasa bisa mengatasi berbagai gangguan 'pria nakal' dan para bergajulan. Tetapi, pihak protokoler istana selalu memaksa untuk mengawalnya kemanapun ia pergi. Hal ini, sedikit banyak sering membuat hatinya jengkel. Gara-gara ada pengawal yang selalu menguntitnya, maka jika ia naksir cowok, selalu saja bubar acaranya, bubar pula rencananya, hanya karena di sekitarnya selalu berdiri beberapa orang satuan pengawal pribadi, yang dengan badan gempal, mata mengawasi dengan tajam, dan selalu bersikap waspada; memata-matai semua kegiatan sang putri nan cantik dan sexy itu. Ini sangat menjengkelkan dan makin lama, sejalan dengan bertambahnya umur sang putri yang semakin menginjak masa remaja, justru semakin ketat saja para pengawal pribadi itu menjaganya. Wuuuuiiiih....! Setiap kali, ada saja berbagai hal yang membuat sang putri ini mencak-mencak, tidak terima, atau marah-marah. Semuanya, gara-gara satuan pengawal pribadi yang menurutnya semakin lama semakin ketat saja mengawasinya, dan menurutnya mereka sama sekali tidak memberikan kebebasan pada dirinya! "Ke kamar kecil saja aku diawasi!" teriaknya suatu ketika, saat sang putri ini kebelet pipis, pas sedang di jalan raya dalam perjalanan pulang kuliah, dan ia dengan tiba-tiba minta berhenti dan langsung melompat ke luar dari mobil, lalu berlari-lari kecil masuk 'mall' mencari 'toilet'.... Tentu saja para pengawal pribadinya menjadi kalang kabut, dan segera ikut meloncat ke luar dari mobil, berhamburan mengikuti sang putri jelita yang berlari masuk ke dalam 'mall' dan terus diikuti sampai ke depan pintu toilet yang di atasnya bertuliskan 'ladies'....

Srikandhi, sang putri yang jago berkelahi, dikenal sebagai gadis yang juga pandai bicara.

Manajer  'mall', satuan pengamanan 'mall', dan beberapa orang yang berada di 'mall' menjadi gempar dan terjadilah kegaduhan, saat melihat seorang gadis berlari cepat diikuti sejumlah 'pria berbadan tegap berambut cepak'. Para 'pengejar' itu, tiba-tiba diberhentikan oleh petugas keamanan 'mall' yang meneriaki mereka: "Berhentiiii! Pria dilarang masuk ke area toilet wanita!" Kontan, para pengejar itu berhenti dan beberapa dari mereka mencabut senjata laras pendeknya, dan menodongkan ke kepala beberapa orang anggauta satuan pengamanan 'mall' sambil berteriak: "Mingggiiiiiir!
Kami pengawal istana kerajaan!" Para anggauta satuan pengamanan 'mall' itu tiba-tiba jadi lemas dan tak mampu berkata-kata lagi, setelah mereka melihat kartu identitas para pengawal pribadi itu disorongkan ke depan muka mereka. Srikandhi sudah masuk melewati pintu yang bertulis 'ladies'. Para pengawal tiba-tiba terhenti begitu saja di depan 'pintu sakti' itu. Semua orang, termasuk para pengawal pribadi dan para anggauta satuan pengamanan 'mall' berdiri termangu-mangu bagaikan patung batu di depan pintu 'ladies' itu.

Setiap kali ada yang keluar dari dalam toilet wanita itu, semua orang lalu memandanginya. Beberapa wanita yang ke luar dari toilet, berjalan sambil ngedumel: "Ngapain kamu lihat-lihat aku haaaah!?" Dan, para pria bertubuh gempal itu lama-lama jadi jengah juga, setiap kali ada wanita yang keluar dari dalam toilet wanita, tiap kali pula mereka menerima sumpah serapah seperti itu. Komandan pengawal pribadi tiba-tiba nyeletuk, seperti berkata kepada dirinya sendiri: "Ngapain aja ya Mbak Srikandhi? Kok lama sekali di dalam toilet? Katanya cuma mau pipis, tapi sudah lama begini kok belum keluar juga ya?" Ada nada sedikit curiga dalam kalimatnya.....

Srikandhi yang sedang pipis, sambil tersenyum memandangi dinding di sekeliling ruang 'pipis' itu. Tiba-tiba, dia seperti menemukan akal bulus, setelah melihat jendela kaca yang agak tinggi itu ukurannya besar dan ternyata mempunyai kunci tarik di sisi dalam dan kuncinya ternyata bisa dibuka dengan mudah. Dengan mendongakkan kepalanya, Srikandhi mencoba membuka jendela besar itu dan ternyata bisa! Ia melihat ke arah luar. Rupanya, yang dia lihat adalah halaman belakang 'mall'. Senyum lebarnya tiba-tiba menyeruak di mukanya. Akal bulusnya tiba-tiba muncul begitu saja di benak kepalanya. Setelah merapihkan pakaiannya, lalu dengan sigap tapi hati-hati dan tak menimbulkan suara, Srikandhi segera memanjat jendela dan meloncat ke luar! Sampai di luar, ia melihat sekeliling, celingukan, mencoba melihat apakah para pengawal pribadinya ada yang tahu atau tidak, ia sudah berada di luar gedung 'mall'. Setelah memastikan bahwa segalanya 'aman', maka Srikandhi segera berjalan menjauhi gedung 'mall' dan segera memanggil taxi. Dan....., lenyaplah Srikandhi dari pantauan para pengawal pribadinya! Di dalam taxi yang ber-AC Srikandhi duduk sambil tersenyum penuh kemenangan. "Ke Pantai Rose Garden Pak!" katanya kepada pengemudi taxi, yang tidak sadar siapa penumpangnya....  

Sementara itu, di depan pintu toilet komandan pengawal pribadi berjalan hilir-mudik tak sabar. Lalu, ia memanggil komandan satuan pengamanan "mall" dan berkata: "Mas....! Saya dan anak buah saya harus masuk ke dalam Mas! Masak cuma pipis kok lama begini! Saya takut orang yang saya kawal diculik!" Mendengar kata 'diculik', komandan satuan pengamanan 'mall' jadi pucat pasi. Ia sudah terbayang, kalau orang yang dicari itu ternyata benar diculik, maka iapun akan terbawa-bawa urusan yang pasti menjadikan hidupnya jadi kusut. Tetapi ia ragu-ragu. Aturan internal dan SOP pengamanan sekalipun, tidak membolehkan laki-laki masuk ke dalam ruang wanita. "Sebentar ya Pak, saya hubungi dulu atasan saya, untuk minta ijin masuk ke ruang ladies itu," kata komandan satuan pengamanan 'mall'. "Hlo...., kamu melarang kami masuk? Kamu kan sudah tahu siapa kami!? Apa kamu mau ditangkap!?" bentak komandan pengawal pribadi dengan muka garang. "Bukan begitu Pak, kami cuma menjalankan perintah atasan!" jawab sang komandan satuan pengamanan 'mall' dengan cemas. "Ya sudah, sana minta ijin! Cepaaaaat!" bentak komandan pengawal pribadi. Dengan tergesa-gesa komandan satuan pengamanan memakai handy-talky-nya untuk menghubungi atasannya. Dengan suara terbata-bata karena mulai panik, ia berkata: "Pak manajer keamanan, saya mohon ijin untuk masuk ke ruang toilet wanita!" Sesaat kemudian, terdengar jawaban yang meledak-ledak: "Apa katamu!? Mau masuk ke ruang toilet wanita!? Kamu kan kepala satuan keamanan, kenapa malah mau ngajari bertindak kurang-ajar? Apa kamu lupa SOP di 'mall' ini kan melarang laki-laki masuk ke ruang wanita! Apa kamu lupa itu haaah!?" Pucat pasi air muka sang komandan satuan pengamanan 'mall'. Keringat dingin mulai mengalir membasahi baju dinasnya. "Bukan Pak....! Bukan itu maksud saya. Saya mau masuk tidak sendirian, tapi dengan beberapa orang lainnya. Benar Pak, saya nggak mau masuk sendirian!" Jawaban dari ujung lainnya, semakin menyalak: "Mau masuk dengan orang lain!? Kamu benar-benar kurang ajar! Dibilangin sendiri saja dilarang, kok malah mau masuk beramai-ramai! Berengsek kamu! Apa kamu mau dipecat!? Memalukan manajemen saja kamu!" Mendengar suara yang menyalak bagaikan anjing menggonggong itu, sang komandan satuan pengamanan 'mall' semakin ciut nyalinya. Dengan keringat dingin mengucur deras, dia memandang komandan satuan pengawal pribadi, dan dengan muka kecut pucat pasi dia berkata dengan lesu: "Paaaak gagal Paaaak...... Gimana Yaaaa......?" Komandan satuan pengawal pribadi memandang wajah komandan satuan pengamanan 'mall' tanpa berkata-kata. Keduanya sama-sama bingung. Hilang sudah kegarangannya.

Mereka saling terdiam dan saling memandang. Lalu, tiba-tiba sang komandan pengawal pribadi berkata: "Mas....., bagaimana kalau kita nekat masuk saja bersama-sama? Nanti kalau ada yang marah, biar saya yang tanggung-jawab deh!" Mereka terdiam beberapa saat. Sang komandan satuan pengamanan menjawab perlahan: "Bagaimana ya Mas? Saya takut dimarahi atasan saya. Saya takut dipecat Mas. Tadi aja sewaktu saya minta ijin sama dia, kan Mas juga tahu, saya kan dimaki-maki." Diam lagi mereka berdua tak berkata-kata. Sama-sama bingung......Lima belas menit sudah berlalu. Habislah kesabaran sang komandan satuan pengawal pribadi. Dia lalu berkata: "Sudahlah Mas...., kita masuk sajalah, dari pada kita sama-sama nggak punya kepastian. Soal pipis, sudah jelas nggak masuk akal. Sudah lewat limabelas menit, masak belum selesai juga pipisnya? Ayo! Kita masuk sajalah!" Maka dengan tergopoh-gopoh mereka berramai-ramai masuk lewat pintu yang bertulis 'ladies'. Sejumlah wanita terbengong-bengong melihat para lelaki itu bergegas memasuki pintu 'ladies' itu. Lalu, mereka berhenti di sebuah pintu kedua, yang merupakan pintu masuk ke ruang toilet wanita. Pintu tertutup rapat! Tidak terdengar suara apapun dari dalamnya! Komandan satuan pengawal pribadi berkata kepada komandan satuan pengamanan 'mall': "Kita dobrak saja ya?" Dan, tanpa menunggu jawaban dari sang komandan satuan pengamanan 'mall', dengan suara keras pintu didobrak! Benturan badan sang komandan satuan pengawal pribadi membuat pintu terpelanting dengan suara gemeretak! Kuncinya gesernya terlempar, lepas dari tempatnya, sekrupnya pada rontok! Dan......... di dalam ruang toilet itu ternyata kosong! Sang putri Srikandhi benar-benar lenyap......!

Pucat pasilah wajah sang komandan satuan pengawal pribadi!  Terbayang sudah, hukuman, makian, dan sumpah serapah yang pasti akan diterimanya, saat ia melaporkan peristiwanya nanti kepada atasannya! Salah seorang anak buahnya, tiba-tiba datang membawa sebotol minuman segar. Disambarnya minuman botol itu tanpa berkata apapun, dan langsung ditenggaknya isinya sampai habis. Mereka semua terdiam tak tahu apa yang harus diperbuat. Perlahan-lahan, mereka semua berjalan gontai ke luar dari ruang toilet wanita itu. Seperti sepasukan tentara yang kalah judi, mereka berjalan bersama-sama dan kemudian memandang ke sekeliling 'mall', dan akhirnya menemukan deretan tempat duduk. Di tempat duduk itu, mereka semua duduk diam berderet-deret, sambil mencangkung dan menopang dagu, seakan sedang berpikir keras! Tidak seorangpun di antara mereka yang saling berkata-kata. Semuanya terdiam seribu kata.

Tiba-tiba HP komandan satuan pengawal pribadi berdering keras. Suara dering HP itu membuatnya begitu kaget, sampai-sampai pantatnya melonjak terangkat dari tempat duduknya. Lalu dengan tergopoh-gopoh diambilnya HP-nya dari sakunya. Dan, segera ia memencet tombol bergambar telepon berwarna hijau, dan segera mendengarkan di telinganya. Samar-samar, orang-orang di sekeliling sang komandan satuan pengawal pribadi itu bisa mendengar suara sang Srikandhi yang merdu dan nakal: "Pak komandan...., sudah hilang bingungnya? Jangan tanya saya ada di mana ya. Nanti saja, kalau urusan saya bersenang-senang sudah selesai, Pak komandan pasti akan saya telepon lagi. Sekarang Pak komandan dan anak buah Bapak jalan-jalan sajalah, sambil cariin saya cemilan dan minuman kaleng kesukaan saya ya. Jangan lupa, bawain saya hamburger ya..... Nanti akan saya beritahu deh, di mana saya, dan baru jemput saya di tempat yang nanti saya sebutkan. Ha ha ha ha." Tawa ceria Srikandhi yang nakal dan centil itu, terdengar samar-samar oleh semua orang yang duduk berdekatan dengan komandan satuan pengawal pribadi. Suara telepon pun terputus tiba-tiba......

Air muka komandan satuan pengawal pribadi itu, tiba-tiba berubah menjadi sumringah, meskipun di wajahnya masih tampak keringat kepanikan yang dari tadi mengalir deras. Hilang sudah rasa takutnya.  "Mas...., ayo saya traktir makan dan minum di restauran yang ada di sekitar sini!" katanya tiba-tiba kepada komandan satuan pengamanan 'mall', yang dengan terbengong-bengong melongo masih tak mengerti apa yang sedang terjadi.....